Liar, Ugal – Ugalan dan apa adanya adalah ciri khas dari “The Jems” melalui Album “Malah Petaka"
- BeelzebubMedia

- 30 Mei 2022
- 2 menit membaca
The Jems merupakan unit hardcore asal tangerang, walau terbentuk semenjak 2020, The Jems baru menjajah dunia digital dengan merilis sebuah single yang di beri tajuk ‘My Self And I’ pada akhir tahun 2021 melalui platform bandcamp. Bersama Dito pada vocal, Kesid pada gitar, Ijal pada bass, serta Didit pada drum, The Jems siap menggempur dan mengoyak telinga pendengarnya.
Bila bicara musik Fugazi, Minor Threat, serta sebuah band bernama ‘Q’ menjadi kiblat utama musik mereka, bertempo ugal-ugalan serta penuh emosi, rasanya senang bila bisa manggung lagu-lagu seperti itu lalu bertukar keringat serta energy bersama penonton. Sebenernya mereka lebih senang disebut Post-Hardcore, tapi mereka sejujur-jujurnya ga secanggih Fugazi, ataupun Husker Du, tapi yasudah lah, toh mereka masih bisa berpura-pura Post-Hardcore.
‘Malah Petaka’ sebuah album berisi 8 track dengan tempo ugal-ugalan serta lirik menengah kebawah, berbagai macam genre ada di album ini, mulai dari Hardcore Punk, Post-Hardcore, Hingga ke Hip-Hop Punk, ada dalam album ‘Malah Petaka’ ini.

Beberapa track diantaranya yaitu, What Are U Talkin’ About, My Self And I, Halah!, Malah Petaka, Kau Salah, Piston, Sok Jagoan, hingga ke lagu yang pertama kali mereka buat juga masuk kedalam album ini, yaitu ‘Trash!’. Warna musik Hardcore 80-an sangat kental di dalam album ini, tempo berkeringat serta lirikal merakyat menjadi identitas di album ini. Di album ini kami juga memilih merekam materi secara live record, karena menurut mereka merekam dengan metode live record dapat merekam berbagai macam unsur, seperti rasa manusia yang akan lebih terasa, seperti kesalahan kesalah kecil yang mungkin terekam, hingga Element Of Surprise yang lebih mudah tercipta. Seperti pada lagu Piston terdapat sebuh lirik yang ter-improvisasi dengan sendirinya, yaitu lirik yang seharusnya terdengar ‘Hey kau mau apa?! Kulihat kau datang semalam.’ Malah menjadi ‘Hey kau mau apa?! Kulihat engkau datang semalam.’
Proses perekaman album ‘Malah Petaka’ itu sendiri terjadi cukup cepat, hanya memakan waktu sekitar dua jam saja untuk seluruh track yang hadir dalam album ini.
Dibalik ngebut-nya proses perekaman dari album ini, terdapat proses pematangan album serta materi di dalam nya yang memakan waktu sekitar hampir 5 bulan, mengundang kawan kerumah, dan membuat kegaduhan dikamar kost-an dengan distorsi dan bunyi drum menjadi makanan sehari-hari kami saat masa pematangan album ini.
Media Sosial Instagram : thejems_
Email : jemstalkto






Komentar