top of page

Gerilya "Abolishment" dengan Drummer Barunya Alif Mup & Perilisan Album EP bersama Vandalism Record

  • Gambar penulis: BeelzebubMedia
    BeelzebubMedia
  • 1 Jun 2022
  • 3 menit membaca

Sebelum menjadi Abolishment,pada tahun 2013 Ilham Ramdani(ejod) selaku guitar dan musik aransemen mengajak Danu di posisi drum dan Aris di posisi vocal Dan memberi nama band tsb "ncrlgy" dengan genre "brutal deathmetal" bertemakan gore dn violenty.


Necrology masih dalam tahap mencari jati diri band dengan menjadi pastisipan di event sekolahan dan parade band,terbelih pada tahun tsb ke 3 personil masih duduk di bangku sekolahan.


Pada tahun 2014, Danu dan Aris keluar dari band meninggalkan Ilham yg seorang diri mempertahankan band tsb. Kemudian ilham bertemu bersama Noe Ryawan guna membahas permasalahan kekurangan nya personil dn kurangnya beberapa aspek di band. Kemudian sepakat mengganti nama menjadi "Abolishment" dg genre "slammingbrutaldeath".


Waking the cadaver dan vulvodynia menjadi pengaruh kuat di band ini. Pada tahun 2017 mereka mengajak Anton tirtana (ipoy sbdc) untuk mengisi posisi vocal juga. Alhasil personil saat itu Ilham di posisi guitar, Noe&ipoy di posisi vocal. Bermodal materi seadanya pada tahun 2019 kami memutuskan untuk recording di "TR record" dengan tema "slammulation" berisi 2 lagu yaitu "hematoma anthemorthem" dan "vaginal explotation" guna mendapatkan gate drum yg akan di pakai untuk live dan untuk promosi band.


Pada tahun 2019 kami bekerjasama dengan enslave record untuk merilis demo "slammulation" berisi 2 lagu "hematoma anthemorthem" dan "vaginal explotation". Ambisi mereka bukan hanya demo namun lebih ke album alhasil mereka mencetak 50 copy demo yg bagikan secara gratis melalui enslave record.


Kemudian mereka ikut berpartisipasi di kompilasi yg di garap oleh Deathwish record dg tema "spirit possession" #3 2019 dan berpartisipasi juga di kompilasi "blast invasion" #1 yg di garap oleh true sick production pada tahun 2019. Tidak seperti yg di harapkan enslave record tidak ada kabar sampai akhirnya mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama dengan label tersebut. Dengan adanya problem yang tidak di harapkan mereka memutuskan untuk mencari personil untuk di posisi drum akhirnya di bantu oleh "usu Sudrajat" di posisi drum namun tidak bertahan lama. Kemudian di posisi drum di ganti oleh "Alen" yg juga tidak bertahan lama kemudian di ganti lagi oleh "Angga Adiguna" pada tahun 2019 yg membuat band semakin menunjukkan perkembangan yg sangat signifikan.


Dengan formasi baru mereka sangat ingin menunjukkan live session yg apik dan itu berhasil, mereka live perform di beberapa event lokal maupun luar daerah dengan personil Ilham Ramdani(guitar) Noe Ryawan (vocal) Anton tirtana (vocal) Angga Adiguna(drum).


Pada tahun 2020 kami berhasil merampungkan 8 materi yg di kemas dg sedemikian kompleks. "Vaginal explotation" menjadi lagu andalan mereka ketika live perform. Tahun 2022 mereka ikut pastisipasi di kompilasi yg di garap oleh blackandje record dan Alhamdulillah lebih dari 100 band yg ikut serta kemudian di saring lagi menjadi 15 karya yg dapat ikut serta di kompilasi tersebut. Dan akhirnya mereka pun Lolos untuk ikut serta di kompilasi tersebut dengan menyuguhkan lagu "alternatif torture" dan mereka dapat kesempatan juga untuk mengadakan event perilisan "blackened submissions #1 chapter Sukabumi" yg di selenggarakan di tengah masa pandemi.


Setelah event "blackened submissions" ada hal yg tidak di inginkan "Angga adiguna" selaku drumer yg sudah bergabung di abolishment selama 3 tahun terakhir memutuskan keluar dari band. Kemudian mereka sepakat untuk mengajak "Alif mup" untuk mengisi di posisi drum dan "Zahid" mengisi di posisi bass. Dengan formasi yg sekarang yaitu Ilham (guitar), Noe (vocal), Anton(vocal), Alif(drum), Zahid( bass) band ini berharap dapat memperkuat pondasi band dan dapat memberikan karya terbaik untuk scena musik underground. mereka sepakat untuk mengubah genre menjadi "slamming deathcore" yg di pengaruhi oleh "waking the cadaver , "infant annihilator", "Ingested", "slaughter to prevail", "vulvodynia", "acranius", "within destruction".


Lagu yg sangat mewakili mereka saat ini yaitu "stuck on misery",mereka berusaha dan tidak takut untuk menyuguhkan lagu yg sedikit lebih berbeda. Karena itu ciri khas dari band ini dengan konsep musical yg lebih mengedepankan pesan di balik lagu tersebut dengan heavy listening namun di kemas dengan tema yg gore.Hal baik mereka dapatkan juga dalam waktu dekat mereka akan merilis EP album dan berkerjasama dengan vandalism record yang akan di rilis sangat terbatas.



Name : Abolishment

Country of origin: Sukabumi

Location: Jampangkulon, ID

Status: Active

Formed in: 2013

Genre: Slamming Deathcore

Lyrical themes: Gore, Violence, Brutality

Years active:2013-2015 , 2018-2020 , 2022-end


Personil

Guitar : Ejod jerk

Bass : Zahid fuzz

Vocal 1 : Noe Ryawan

Vocal 2 : Ipoy sbdc

Drum : Alif mup


Logo : Noe Ryawan

Foto : Gugun

Recording,mixing and mastering : TR Record Sukabumi


Contact & social media

Fanspage : @abolishment.slam

Instagram : @abolishment.slam

Tweeter : @abolishment.slam

YouTube : Abolishment.slam

Bandcamp: Abolishment


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


© 2022 The Beelzebub 

bottom of page